Results (
Indonesian) 1:
[Copy]Copied!
Namun, sementara globalisasi dapat meningkatkan kebutuhan bagi pemerintah untuk melindungisektor-sektor tertentu dari populasi, ketakutan adalah akan mengurangi kemampuan mereka untuk melakukannya. MNEsdapat memilih untuk mencari di seluruh dunia, dan jadi negara akan bersaing untuk menarik mereka denganmengurangi tingkat pajak perusahaan dan menawarkan subsidi besar. Proses ini disebut "_FITTEDras ke bawah"pemerintah bersaing satu sama lain untuk menawarkan terendah cor-tarif pajak yang porate. Jika pemerintah memotong tarif pajak perusahaan, maka kecuali mereka dapat di-lipatan pajak penghasilan tenaga kerja, mereka tidak akan memiliki penghasilan cukup untuk finance kesejahteraannegara dan akan memiliki untuk mengurangi kemurahan hati mereka. Globalisasi karena itu dapat menghapuskemampuan untuk melindungi pekerja pada waktu yang sama seperti meningkatkan kebutuhan untuk perlindungan ini.Argumen yang sama dapat diterapkan pada peraturan pemerintah mengenai environmen-Tal perlindungan, standar kerja, dan upah minimum. Salah satu cara untuk mengatasi hal iniMasalahnya bagi pemerintah untuk menyetujui standar umum. Misalnya, Uni Eropa telahaturan yang membatasi subsidi yang negara-negara anggotanya diperbolehkan untuk membayar untuk firms diuntuk mencegah perlombaan ke bawah, dan upaya untuk menciptakan lingkungan global stan-dards seperti perjanjian Kyoto sedang berlangsung.Perlombaan untuk argumen bawah bersandar pada tiga asumsi:1. MNEs tidak memiliki alasan yang kuat untuk menemukan di satu negara daripada lain,Jadi mereka mudah tergiur pergi dengan subsidi.2. MNEs do not bring substantial spillover benefits to offset the lower tax ratesthey pay.3. Corporate taxes are at the appropriate level to begin with and are not too high.What is the evidence regarding the race to the bottom? Considering the overall tax bur-den paid by firms, expressed as a percentage of GDP, there is little support—the corpo-rate tax take has not declined over time. This does not invalidate the threat of the raceto the bottom; it just suggests that it has not yet operated strongly.CULTURAL AND POLITICAL CONCERNSWe have focused above on the economic implications of globalization, but many of thecriticisms are more politically focused. Globalization produces a greater role for mar-kets, so naturally globalization is seen critically by those with anticapitalist views. Glob-alization also means that more resources are being allocated by market mechanismsand this may lack legitimacy. For instance, consider the case of a country that hasbanned child labor but now, because of globalization, finds itself importing textilesmade using child labor. No democratic decision has been made in the importing coun-try, yet market forces have brought about this change. This is also an example wherecountries begin to lose their national sovereignty—domestic rules cease to have juris-diction. Other examples of this loss of sovereignty are connected to the power of MNEsand the rules of the World Trade Organization (WTO) that lead domestic governmentsto alter their policies. A loss of cultural sovereignty is also a common criticism of glob-alization. Globalization has led to a proliferation of global brands and an alleged ho-mogenization of cultures—“Americanization” or “Europeanization.”This is a wide and varied list of criticisms of globalization. We have covered cul-tural change, environmental problems, inequality and poverty, the monopoly power ofMNEs, instability, and insecurity. What is interesting is that these were precisely thecriticisms made of industrialization in the nineteenth century as domestic markets 211
Being translated, please wait..
