Results (
Indonesian) 2:
[Copy]Copied!
Sekembalinya dari luar negeri, Azad bertemu dua revolusioner terkemuka Bengal- Aurobindo Ghosh dan Sri Shyam Shundar Chakravarty, -dan bergabung dengan gerakan revolusioner melawan kekuasaan Inggris. Azad menemukan bahwa kegiatan revolusioner dibatasi untuk Bengal dan Bihar. Dalam waktu dua tahun, Maulana Abul Kalam Azad, membantu penyiapan pusat revolusioner rahasia di seluruh India utara dan Bombay. Selama waktu itu sebagian besar kaum revolusioner nya yang anti-Muslim karena mereka merasa bahwa Pemerintah Inggris telah menggunakan komunitas Muslim terhadap perjuangan kemerdekaan India. Maulana Abul Kalam Azad mencoba meyakinkan rekan-rekannya untuk menumpahkan permusuhan mereka terhadap Muslim. Pada tahun 1912, Maulana Abul Kalam Azad mulai sebuah jurnal mingguan di Urdu disebut Al Hilal untuk meningkatkan merekrut revolusioner di antara umat Islam. Al-Hilal memainkan peran penting dalam membentuk persatuan Hindu-Muslim setelah darah buruk dibuat antara dua komunitas pasca reformasi Morley-Minto. Al Hilal menjadi corong revolusioner ventilasi pandangan ekstremis. Pemerintah dianggap Al Hilal sebagai propogator penayangan separatis dan dilarang itu pada tahun 1914. Maulana Azad kemudian mulai lain yang disebut mingguan Al-Balagh dengan misi yang sama menyebarkan nasionalisme India dan ide-ide revolusioner berdasarkan persatuan Hindu-Muslim. Pada tahun 1916, pemerintah melarang makalah ini juga dan diusir Maulana Abul Kalam Azad dari Calcutta dan magang dia di Ranchi dari mana dia dibebaskan setelah Perang Dunia Pertama di 1920.Read lainnya di http://www.iloveindia.com/indian- pahlawan / maulana-abul-kalam-azad.html # yp77UhxLY2RyRurm.99
Being translated, please wait..
