Results (
Indonesian) 2:
[Copy]Copied!
Pengaruh sistem traceability yang berbeda pada ukuran produk recall
Ketika membangun studi kasus terlihat bahwa saat ini tidak ada
ketertelusuran penuh di gunakan dalam rantai pasokan cokelat. Hal ini
mungkin disebabkan oleh fakta bahwa kakao adalah bertani di non-Eropa
negara, di mana tidak ada undang-undang yang mewajibkan pelaku
yang terlibat dalam rantai pasokan makanan untuk memiliki sistem traceability. The
undang-undang Eropa menyatakan bahwa di Eropa, perusahaan makanan
harus mampu mengidentifikasi pemasok langsung dan pelanggan dari
produk tertentu (Komisi Eropa, 2002). Undang-undang ini
menjamin ketertelusuran penuh dalam batas-batas Eropa, tapi
traceability hilang ketika bagian dari rantai pasokan pergi keluar tersebut
perbatasan.
Dalam studi contoh kasus dibangun dalam makalah ini itu terlihat bahwa kakao bisa ditelusuri sampai ke eksportir lokal, yang,
karena terletak di luar Eropa, tidak berkewajiban untuk mematuhi
hukum Eropa pada traceability dan karena itu tidak merekam
informasi traceability lanjut .
Dalam penelitian kami manfaat dari memiliki sistem traceability yang
lebih akurat dari apa yang lawrequires dikuantifikasi dalam hal
pengurangan penarikan produk. Dalam rangka untuk mengusulkan realistis
perbaikan dari sistem ketertelusuran pasokan studi kasus
rantai, TSþ dan TSþþ dirancang dengan mempertimbangkan bahwa
sebagian besar petani kakao tidak akan memiliki sumber daya untuk berinvestasi di
teknologi,
Oleh karena itu perbaikan ini menyiratkan sangat rendah investasi. Untuk menganalisis pengaruh yang berbeda
sistem traceability (TS0, TSþ dan TSþþ) pada ukuran recall dari
produk jadi dalam kasus kontaminasi dari bahan baku, kami
lagi menggunakan alat simulasi. Dalam rangka untuk memiliki hasil yang akurat
model simulasi telah berjalan 100 kali untuk setiap pengolahan
ukuran batch dan data yang ditunjukkan pada Gambar. 6 sebagai rata-rata dari rata-rata
hasil dari semua ukuran peralatan memanggang (kg).
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ukuran recall dari 1.608.719 unit
produk untuk TS0, ukuran recall rata-rata 714.584 unit produk
untuk TSþ dan ukuran recall rata-rata 55.789 unit produk untuk
TSþþ. Tidak ada standar deviasi ditunjukkan dalam Gambar.
6 karena akan menunjukkan variasi yang terutama disebabkan oleh pemanggangan yang berbeda
ukuran peralatan, sehingga memberikan rasa palsu variabilitas. Namun,
standar deviasi diterima terlihat ketika menganalisis
hasil simulasi yang mendasari untuk masing-masing ukuran peralatan.
Hasil ini menunjukkan bahwa dalam rantai pasokan studi kasus, dalam kasus
kontaminasi bahan baku adopsi TSþ akan
mengurangi ukuran recall sekitar 55% dan adopsi
suatu TSþþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 96%. Sekali lagi,
probabilitas bahwa recall terjadi akan perlu dipertimbangkan untuk
membenarkan investasi yang dibutuhkan untuk mengatur sistem traceability tersebut. 6 karena akan menunjukkan variasi yang terutama disebabkan oleh pemanggangan yang berbeda ukuran peralatan, sehingga memberikan rasa palsu variabilitas. Namun, standar deviasi diterima terlihat ketika menganalisis hasil simulasi yang mendasari untuk masing-masing ukuran peralatan. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam rantai pasokan studi kasus, dalam kasus kontaminasi bahan baku adopsi TSþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 55% dan adopsi suatu TSþþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 96%. Sekali lagi, probabilitas bahwa recall terjadi akan perlu dipertimbangkan untuk membenarkan investasi yang dibutuhkan untuk mengatur sistem traceability tersebut. 6 karena akan menunjukkan variasi yang terutama disebabkan oleh pemanggangan yang berbeda ukuran peralatan, sehingga memberikan rasa palsu variabilitas. Namun, standar deviasi diterima terlihat ketika menganalisis hasil simulasi yang mendasari untuk masing-masing ukuran peralatan. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam rantai pasokan studi kasus, dalam kasus kontaminasi bahan baku adopsi TSþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 55% dan adopsi suatu TSþþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 96%. Sekali lagi, probabilitas bahwa recall terjadi akan perlu dipertimbangkan untuk membenarkan investasi yang dibutuhkan untuk mengatur sistem traceability tersebut. standar deviasi diterima terlihat ketika menganalisis hasil simulasi yang mendasari untuk masing-masing ukuran peralatan. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam rantai pasokan studi kasus, dalam kasus kontaminasi bahan baku adopsi TSþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 55% dan adopsi suatu TSþþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 96%. Sekali lagi, probabilitas bahwa recall terjadi akan perlu dipertimbangkan untuk membenarkan investasi yang dibutuhkan untuk mengatur sistem traceability tersebut. standar deviasi diterima terlihat ketika menganalisis hasil simulasi yang mendasari untuk masing-masing ukuran peralatan. Hasil ini menunjukkan bahwa dalam rantai pasokan studi kasus, dalam kasus kontaminasi bahan baku adopsi TSþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 55% dan adopsi suatu TSþþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 96%. Sekali lagi, probabilitas bahwa recall terjadi akan perlu dipertimbangkan untuk membenarkan investasi yang dibutuhkan untuk mengatur sistem traceability tersebut. dalam kasus kontaminasi bahan baku adopsi TSþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 55% dan adopsi suatu TSþþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 96%. Sekali lagi, probabilitas bahwa recall terjadi akan perlu dipertimbangkan untuk membenarkan investasi yang dibutuhkan untuk mengatur sistem traceability tersebut. dalam kasus kontaminasi bahan baku adopsi TSþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 55% dan adopsi suatu TSþþ akan mengurangi ukuran recall sekitar 96%. Sekali lagi, probabilitas bahwa recall terjadi akan perlu dipertimbangkan untuk membenarkan investasi yang dibutuhkan untuk mengatur sistem traceability tersebut.
Being translated, please wait..
