Results (
Indonesian) 2:
[Copy]Copied!
2. Radiasi memaksa emisi kebakaran 2.1. Carbon emisi Api adalah salah satu komponen penting dan emisi kebakaran terutama termasuk dalam kedua gas (misalnya, CO2, CO, dan CH4) dan partikel (karbon organik dan karbon hitam). Emisi karbon global telah diperkirakan selama tiga dekade terakhir (misalnya, Seiler dan Crutzen, 1980; Crutzen dan Andreae, 1990; Dixon dan Krankina, 1993; Hao et al, 1996;. Galanter et al, 2000;. Andreae dan Merlet, 2001; Amiro et al, 2001;.. Page et al, 2002; Schultz, 2002;. Duncan et al, 2003;. Mouillot et al, 2006;. Schultz et al, 2008;. van der Werf et al, 2010; Mieville et al, 2010;. Wiedinmyer et al, 2011).. Perkiraan lengkap pertama dari emisi karbon global tahunan rata-rata adalah 2,6 Pg C yr? 1 (Seiler dan Crutzen, 1980). Sebagian perkiraan baru-baru berkisar dari sekitar 1,4 Pg C yr? 1 (Ito dan Penner, 2004) menjadi 2,8 Pg C yr? 1 (Langmann et al., 2009). Dalam terbaru global Api Emisi Dataset (GFED3, van der Werf et al., 2010), perkiraan 2,0 Pg C yr? 1 diperoleh untuk periode 1997-2009 menggunakan model biogeokimia dan estimasi satelit dari daerah yang terbakar (Giglio et al., 2010) dan produktivitas, yaitu sekitar sepertiga dari total emisi karbon. Kontribusi ini bisa sangat signifikan selama periode waktu yang singkat sebelum penyerapan karbon yang dihasilkan dari pertumbuhan kembali daerah vegetasi terbakar. Emisi karbon yang diperkirakan selama 1997-1998 kebakaran hutan Indonesia adalah setara dengan total serapan karbon global oleh biosfer terrestrial dalam satu tahun khas (Page et al, 2002;. Tacconi et al, 2006.). Kontribusi bisa menjadi signifikan juga periode yang lebih lama karena sebagian besar karbon yang tersimpan di hutan dan ekosistem lainnya bisa hilang secara permanen di banyak daerah seperti Amazon di mana deforestasi dicapai dengan menggunakan pembakaran biomassa.
Being translated, please wait..
